Sunday, 12 November 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #5

5.                 Dirimu mengalihkan Duniaku


Minggu pagi yang Cerah ceria. Tetesan embun membasahi dedaunan, kicauan merdu burung-burung kecil saling bersahutan silih berganti, pancaran sinar mentari semakin memperindah pagi hari itu.
            Rena yang dengan kebiasaannya diakhir minggu mencuci pakaian, sambil bersenandung ria menikmati kegiatannya saat itu,  tiba-tiba Riska dating menemuinya  dan mengakagetkan nya dengan suara yang kencang.
“woiii Ren”. (teriak Riska)
“ kayaknya lagi senang nich?”
Rena terperanjat kaget, “ya Ampun,Ris. Kalo nongol tu Assalamualaikum napa? Bikin kaget saja”
“ya maaf, aku kan mau kasih kejutan sama kamu Ren”
“kejutan si kejutan, tapi jangan kayak gini juga keless, kalo tadi aku jatuh pingsan gimana?”
“pingsan? Nggak mungkinlah!!” Riska menaikan alis kirinya
Sambil melanjutkan cuciannya
“Tumben pagi-pagi gini sudah nongol, ada apa nich?”
“Kamu thu yang ada apa, bersenandung gitu lagi seneng ya, siapa orangnya, Reno atau Fahmi nich?”
“ye... yang nanya deluan siapa?malah balik nanya lagi”.
(dengan ekspresi yang sumringah) “sok tahu dech, bukan keduanya kok, kamu tahu nggak kalo aku baru dapat  Handphone yang aku idam-idamkan dari ayah ku”
“Beneran Ren? Wah  asyik thu Handphone Samsung Galaxy S7 ya?
“Yupz, keren kan? Eh btw kamu mau ngapain kesini?
“aku mau ngajak kamu jalan nich, mau yach. Please!!!! (dengan gaya memelasnya)
“hmmmm, mau kemana kita?”
“itu rahasia nanti juga kamu bakalan tahu kok”.
“baik lah, ni juga sudah mau selesai cucianya”

Cuci mencuci pun selesai, dan Rena pun bersiap untuk pergi bersama Riska yang sedari tadi menunggunya.

Pukul 10.00, dengan mengendarai motor matic milk Riska, kedua sahabat  ini menyelusuri jalanan yang kebetulan pada saat itu sedang sepi. Otak Riska yang kadang sedikit gila, melihat keadaan seperti itu muncullah  ide gilanya, ia memanfaatkan moment ini dengan berlagak bak seorang pembalap.
“Ren peganggan yang kuat yach! dan bersiaplah untuk teriak, let’s go......“
Riska melajukan kendaraanya dengan manaikan gas motor tersebut hingga spidometer menunjukkan angka 80 km/jam. Rena yang tepat di belakangnya tak kuasa menahan rasa takut akibat tingkah sok sahabatnya ini.
“ woi Riska, gila kamu. Kalau mau mati jangan ajak-ajak dong!”
“cepat turunin gasnya”(sambil memukuli bahu temannya)
“tenang Ren, aman kok”
“gimana aku bisa tenang kalau kamu ngebut kaya gini” (dengan nada tinggi dan sedikit khawatir)

Riska tak menghiraukan perkataan Rena dan terus melaju dengan cepatnya.
“kita ngebut, biar cepat sampai tahu Ren”(sedikit membesarkan suaranya)
Karena merasa perkataannya tak di hiraukan, sepanjang jalan mulut Rena komat-kamit berdoa memohon perlindungan dari Allah SWT. Melihat ekspresi Rena yang ketakutan dan mulutnya yang terus komat-kamit dari kaca spion. Riska merasa lucu dengan ekspersi yang disajikan sahabatnya itu,dan perlahan menurunkan gas motornya ke angka yang normal dan semestinya lalu menepilah mereka di bawah pohon Rindang.

“wuahahaha, lucu kamu Ren” Riska tak kuasa menahan tawanya hingga air mata keluar dari kedua bola matanya yang bulat
“terus aja kamu ketawain aku, puas  kamu ngerjain aku, jantung aku serasa mau copot  tahu, awas kamu”.(dengan ekspresi yang sedikit marah )
Riska membalikan badanya memastikan keadaan sahabtnya itu
“hahaha, ya maaf, tapi seru kan? Memacu adrenaline sidikitlah,hehehe”
“seru nenek moyang mu,ketawa aja terus”
“iya dong ketawa kan, obat anti tua, hahahaha….( Ledek Riska)
“capek ngomong sama kamu, sudah mau sampai belum ni?”
“sedikit lagi sampai kok, yuk lanjut”
“ingat,kamu jangan ngebut lagi”
“siip dach”

Akhirnya mereka sampai juga di sebuah tempat latihan dan bermain Footshal

“Inikan kan tempat footsall, ngapain kamu ajak aku kesini?” tanya Rena.
“aku mau pinjam buku punya temanku, ada tugas kampus nich, dari pada aku ambil di rumahnya yang lebih jauh  dari tempat ini ya aku samperin dia aja di tempat maennya, sekalian cuci matalah sapa tau ada yang kecantol sama kita iya nggak?,hehehe”
“hmmm itu sich emang maunya kamu”
“yang mana temanmu Ris? jangan-jangan dia nggak datang lagi”
“datang lah, dia sendiri yang bilang ajak ketemuan disini, tapi dari tadi kok nggak kelihatan sich”
Riska memefokuskan kedua matanya mencari keberadaan temannya itu, kebetulan tempat itu cukup besar dan bisa menampung 3 lapangan  footsall sekaligus. Sambil berjalan dan terus mencari keberadaan temannya itu, tiba-tiba tanpa diduga mereka bertemu dengan orang yang belakangan ini dekat dengan mereka terutama Rena, siapa lagi kalau bukan Fahmi, ya Fahmi cowok yang sudah ngebuat Riska jadi kesemsem kalau melihatnya.
“hey, kok kalian bisa ada disini sich? Lagi nungguin pacar ya?? mana pacarnya?? kenalin donk !!”. Tanya Fahmi yang penasaran dan sedikit antusias
Belum sempat mereka menjawab tiba-tiba dari kejauhan terdengan teriakan memanggil sebuah nama
“Riska....”
Ketiganya langsung mengarahkan pandangan kearah orang itu. Ya orang yang teriak itu adalah orang yang sedang mereka cari
“oooo...., Dito pacar kamu Riska? Ummm kalo secara fisik sich cocok, boleh boleh”. Tanya Fahmi sambil memperhatikan bentuk fisik Riska dan Dito.
Dengan gaya yang sedikit alay  dengan memainkan tangannya.

 “aduuuch kak fahmi, please dech dari tadi ngoceeeh terus. Kami kesini tuh mau ketemu Dito mau ngambil buku...

Belum selesai memberikan jawaban, omongan Riska dipotong sama Fahmi

“tuh pacar kamu datang bawain buku”. Sambil menunjuk menggunakan dagunya kearah Dito
“nich Ris bukunya, jangan sampai lecek ya!.” Pinta Dito sambil memberikan bukunya.
“kalian saling kenal ya mi?” tanya Dito
“iyalah satu kampus kok masa’ nggak kenal sich! Btw tolong kasih tahu pacarmu ya kalau ngomong tuh nggak usah terlalu banyak gaya.”
“pacar yang mana?sembarangan aja”.
“Riska pacar kamu kan?”
“dia tuh kadang kalau lagi kumat ya kayak gitu dech alaynya keluar. Kalau dia mau, mungkin dari dulu aku sudah pacarin dia. But dianya nggak mau. Iya kan Ris?”
“jelas saja aku nggak mau, kita kan sekelas. Menurut aku nggak enak lah kalau punya pacar yang sekelas sama kita. Sensasi kagen-kagenannya tuh kurang dapet, benar nggak Ren?” jawab Riska sambil memainkan tangannya.

“nggak tahu ah!”sambil menaikan bahunya

“bukannya enak bisa barengan terus”sambar Fahmi

Dari kejauhan teman-teman maen mereka sudah memanggil untuk melanjutkan permainan lagi.

“eh aku kesana dulu ya, n besok jangan lupa bawa bukunya juga!”,pinta Dito

“OK,  thanks my bro, my friends, slow lah”, jawab Riska sambil memukul pundak Dito

“Kita kesana dulu ya, bye Rena bye Riska sampe bertemu lagi. Yuk Dit!” pamit Fahmi sambil melambaikan tangan

“Yuk Ris, kita pulang” ajak Rena
“What apa Ren? Pulang? Sabarlah ! sudah jauh jauh kesini sebaiknya kita nikmati dulu hiburan yang ada”
“Hiburan pala lu peyang, nggak ah! Aku nggak suka nonton bola”
“ serius? Ya sudah kamu pilih mana, pulang bareng aku atau pulang sendiri?”
“kamu kok gitu sich sama aku Ris?”
“ya kamu jawab aja pertanyaan aku, lagian kalo kamu pulang sendiri angkot juga nggak ada yang lewat sini, so putuskan pilihan mu!”
Setelah memikirkan secara mendalam akhirnya Rena memutuskan untuk mengikuti Riska
“ iya dech, aku pilih pulang  bareng kamu, tapi sebentar saja ya nontonnya.”
“Iya..., gitu dong dari tadi, kita sudah ketinggalan permainan mereka tuch.” Sambil menarik tangan Rena menuju bangku penonton
Kedua sahabat ini pun lalu duduk bersama menikmati jalan permainan footshal. Riska begitu antuasias melihat permainan footsall para cowok-cowok itu apa lagi pandangannya tidak lepas dari sosok si fahmi yang kata orang 11: 12 dengan  aktor sekaligus penyanyi korea selatan yakni Yong-hwa (CNBLUE). Namun berbeda dengan Rena, ia nampak tak betah dengan keadaan saat itu. Ia ingin segera pulang namun apa daya ia tidak mau untuk pulang sendirian. Pandangannya hanya diarahkan pada  bangunan footsall, melihat  kekiri dan kekanan, keatas, sesekali memainkan kakinya dan sesekali memainkan game yang ada di HP baru miliknya  yakni HP samsung Galaxi S7. Tiba-tiba suara bisikan Riska membuyarkan keseriusan Rena saat bermaen Game.
“ Ren Ren, lu liat dech kak Fahmi keren ya?Dia terlihat keren banget kalo sedang maen bola!, iya nggak?
“eh Ren lu dengar nggak sih?” ungkap riska sambil terus memandang kearah Fahmi
“ummm”
“Yes, Goooal......”memeluk Rena dengan Penuh semangat.
Karena ulah temanya itu Rena pun akhirnya tertarik untuk melihat permainan footshal para cowok-cowok. Saat pandangannya diarahkan pada permainan, matanya langsung  tertuju pada salah satu sosok yang tak asing lagi banginya. Pandangannya terus diarahkan pada sosok yang satu ini jantung Rena seakan berdetak tak karuan, sosok yang satu ini telah mencuri perhatian Rena.
“perasaan apa ni, apa ada yang salah dengan ku? Dia sudah mengalihkan dunia ku! ( seakan backsound lagu Afgan ("kau mengalihkan duniaku) terngiang di telinnganya) .( bertanya dalam hati)
 “siapakah dia? Mungkinkah itu dia? Cowok itu?” Rena terus bertanya dalam hati.
“Mungkinkah itu RENO?, atau kembarannya?”
“agghh...” (berbicara dalam hati) sambil menggelengkan kepalanya.

Permainan pun berakhir dengan skor 2-1, kemenangan atas timnya Fahmi dan Dito. Dengan berakhirnya permainan, Rena dan Riska pun beranjak untuk pulang. Di waktu yang sama Fahmi dan Reno pun sedang bersiap untuk pulang dan mengemasi barang bawaan mereka masing-masing.
“Yuk bro!” ajak Fahmi
“lu deluan aja, aku mau ke toilet dulu”
“Ok bro, aku tunggu lu di depan”
“huumm”
Dalam perjalanannya keluar dari gedung Fahmi melihat dua sosok cewek yang dikenalinya.
“Rena Riska” teriak  Fahmi
Kedua sahabat ini pun menoleh kearah datangnya suara itu.
“Hey, kalian berdua dari tadi belum balik, lagi nungguin siapa? Dito ya?” tanya Fahmi
“Nggak” jawab Rena singkat
“lalu? Oww...aku tahu kalian pasti mau lihat permainan aku kan? Gimana permaianan aku, keren kan?”
“iya, permaianan kakak tadi tu keren bangettt, apa lagi saat  cetak goal!, iya kan Ren?” menyampaikan dengan senangnya.
“ummm”
Riska terus menyampaikan rasa kagumnya kepada fahmi. dari kejauhan datanglah sesosok cowok tinggi berkulit kuning langsat berambut cepak berjalan kearah kumpulan tiga orang ini sambil memainkan rambutnya yang cepak itu. Rena terus memandangi cowok yang berjalan kearahnya dengan wajah yang penasaran. Reno pun melihat bahwa Rena sedang memandanginya terus dan ia pun memberikan sebuah senyuman manis dan Rena pun membalas senyuman itu. Lagi Asyik-asyiknya berbincang pandangan Riska pun tak sengaja mengarah kepada Reno dan obrolan antara Riska dan Fahmi pun terhenti
“Ya Tuhan, tu cowok keren banget nggak kalah sama kak Fahmi, kak kenalin dong!”pinta Riska
Fahmi lalu membalikan badannya dan melihat orang yang dimaksud Riska
“ow dia” sambil tertawa kecil
“mungkinkah itu dia kak? Tanya Rena
“Hey Reno, ada yang pangling nich”
“hah lu Reno? Nggak percaya aku, kamu bukan Renokan?” tanya Riska Penasaran
“kenalin Aku Roni?” sambil memerikan tangannya tuk bersalaman dengan Riska
Rena dan Fahmi pun tersenyum dan tertawa kecil meliihat  tingkah Riska yang tak menyadari bahwa yang di hadapannya itu adalah Reno.
“ tuch kan dia bukan Reno! Kenalin aku Riska” balasa bersalaman.
“hahahaha, dasar dodol  kamu Risk, mau aja dikibulin sama Reno, coba kamu perhatiin baik-baik, dia ini Reno Anggara.” Ungkap Fahmi mempertegas
Riska pun lalu mendekatkan wajahnya ke Reno melihat-lihat lebih dekat sosok yang menjadi bahan pembicaraan saat ini. Melihat tingkah Riska yang seperti itu, Rena serasa terbakar api cemburu.
     “eh iya betul, kok aku baru nyadar sih! Ternyata setelah rambut kamu yang gondrong itu dipotong, kamu terlihat lebih bersinar dari sebelumnya, lebih ganteng bahkan dari kak fahmi n mata mu itu loh no, buat kaum hawa klepek-klepek melihatnya”ungkap rena penuh kagum

“eh jangan telalu memuji entar Renonya terbang nambrak tembok kita juga yang repot” ledek Fahmi
Riska dan Rena tertawa mendengar ledekan Fahmi terhadap Reno
 “yang bakal aku susahin tu lu bukannya mereka”tersenyum sinis ke arah Fahmi
“oooo. Jadi jadi ceritanya lu nggak terima ni bro?”tanya Fahmi
“Bukannya gitu Bro”
“eh udah donk, mending kita buruan pulang dech sekarang, Yuk Risk?
“kalian kalau mau marah-marahan silahkan, tapi kita pulang deluan. Bye?” Riska berpamitan
“eh eh kita pulangnya bareng aja, sapa juga yang marahan” sambil merangkul Reno “nich liat kita baik-baik saja, iya kan No?”
Sambil senyum Reno mengiyakan sikap sahabatnya tersebut.
“Gimana ni Ren kita balik bareng mereka atau kita balik deluan ni? “ tanya Riska
“Kita balik deluan aja dech Risk”
“Kok buru-buru sich kita antarin kalian pulang dech biar kita bisa tahu dimana kalian tinggal, tapi sebelum pulang kita cari makan dulu, gue laper ni cacing di dalam perut gue udah teriak- teriak minta makan. Hehehe” pinta Fahmi sambil memegang perutnya.
“ya kalau kalian mau, pergi bareng kita ada tu warung makan dekat sini. Aku yang traktir. Kebetulan aku juga lapar kalian berdua pasti demikian kan?” ungkap Reno
(sambil berbisik ke Rena) Riska berkata” Kapan lagi Ren di traktir sama Reno, mumpung dapet makanan gratis kita iyain aja”
“itu sih maunya kamu Risk” jawab Rena
Lalu Rena berbisik lagi kepada Riska “ Kalau kau mau ditraktir makan sama mereka ya silahkan!, aku nggak ikut, aku balik deluan ya naik ojek juga nggak apa-apa kok”.
Riska balik berbisik  kepada Rena “ kok gitu sih,, kenapa Ren? Ahh lu nggak asyik nih”
Lalu Rena menjawab sambil menunjukkan SMS dari Bokapnya “ ni baca!, jadi kamu ngertikan sekarang kenapa aku harus balik”
Riska lalu tersenym kepada Fahmi dan Reno dan berbisik lagi kepada Rena “ya udah deh aku, ikut balik sama lu”

Melihat tingkah Rena dan Riska yang Saling berbisik, Fahmi lalu berkata “ kalian lagi ngomongin kita ya? Ngaku aja deh, iya kan?”.
“ ehh nggak kok, itu anu emmm…” jawab Riska terbata-bata
“ kalian kenapa? Ada masalah ya? Atau kalian di suruh balik cepat sama orang tua kalian?” Tanya Reno
“Iya nih, kayaknya kami nggak bisa ikut makan deh sama kalian, udah disuruh balik sama bokap dari tadi. Sorry Banget ya… kak Fahmi, Reno. Lain waktu pasti kami usahain buat gabung”. Jawab Rena sambil mengangkat  kedua tangan (menyatukan telapak tangan )di depan dada sebagai bentuk permohonan maaf.
“iya kak maaf  ya, kayaknya kita harus balik sekarang deh” timpa Riska
“ oh gitu,, ya udah nggak apa-apa kok, lain waktu juga bisa, dari pada nanti kalian ikut sama kami terus pulanngya kalian di marahi sama orang tua kalian, kami nanti akan merasa nggak enakan sama kalian”. ungkap Reno
Sambil berjalan ke tempat parkiran motor
“ kalau gita kami antar kalian pulang ya!!. Ungkap Fahmi
“eh eh nggak usah Aku dan Riska balik sendiri aja,,aman kok. Lagian kaliankan sudah laper banget tuh,, kalau ngantarin kami lagi  tu cacing- cacing yang ada di perut kalian bakalan berontak minta segera diberi makan”. Jawab Rena sambil tertawa kecil
“Bisa aja kamu Ren, ya sudah kalian hati-hati ya di jalan”. Pinta Fahmi
(sambil menghidupkan mesin motornya)“ Iya kak, kami bakalan hati-hati kok tenang saja”. Jawab Riska
“ kalau gitu, kami balik deluan ya.Bye” Rena Pamit
“Assalamualaikum.” Salam Reno
“Walaikumsalam.” Jawab Rena dan Riska Kompak.

 Riska dan Rena pun pergi meninggalkan kedua pemuda tampan ini. Karena perrut  Fahmi sudah keroncongan, lalu Fahmi mengajak Reno ke rencana mereka sebelumnya yakni makan di Rumah Makan langganan dan meminta Reno tuk tetap mentraktirnya makan, Reno mengiyakan permintaan sohibnya itu dan pergilah mereka ke tempat tujuan mereka.


Cerita sebelumnya (#4)  --->> http://azzaqun.blogspot.co.id/2017/04/kamulah-yang-terbaik-untuk-ku_28.html 





Friday, 28 April 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #4

                                            4.                 Perpustakaan yang Berkesan


Kamis pagi nan cerah, saat ke kampus Fahmi bertemu dengan Reno dan mengajak Reno untuk pergi bersama
 “bro, bingkisan apa yang kamu berikan ke Rena?”.
 “Kepo,  lu. Persegi panjang dan banyak kata-kata yang menyentuh, tebak aja?”
 “ooh aku tahu,pasti buku bacaan. Iya kan?”
 “hmmm,, eh bro tolong jaga Rena ya, jangan biarkan dia digangguin orang-orang yang tidak bermoral’’.
 “ ce ile,,bahasa lu. Ya wajarla kalau kamu berkata seperti itu secara kamu suka kan sama Rena? Tenang aja akan aku jagain kok”
 “kalau sekerang aku belum tahu, mungkin kedepannya aku bisa saja menyukainya. Kun Faya kun, jika Allah berkendak maka terjadilah.”
”ah terserahlah, kita sudah sampai . Aku langsung masuk ke kelas ya! jadwal kuliah jam pertama bereng dosen killer ni. Pulang  mau bareng nggak?
 “ ya sudah, buruan lo ke sana, nanti aku sms kabarin lu”.
Di hari yang sama Riska mengajak Rena  ke kantin untuk bertemu selepas perkuliahan. Kedua sahabat ini pun bercerita hal-hal yang menarik salah satunya tentang pertemuan mereka dengan kedua cowok yang ganteng dan manis,  yaitu Fahmi dan Reno.
Riska : “ eh Ren, aku lihat dari kaca mata ku, ternyata kak Fahmi bener-bener ganteng And cucok dech, pantesan aja dia terkenal banget di fakultas mu. Seandainya aku jadi pacarnya alangkah bahagianya diriku, pasti yang lain pada ngiri dech sama aku”(sambil membayangkan)’’, tapi kak Reno juga ok kok, rupanya yang manis dan karismatik trus matanya itu loh Ren, buat cewek-cewek klepek-klepek dech. Menurut kamu bagaiman?” tanya Riska
Rena : “emang kamu pake kaca mata apa?hehehe
Kalau dari fisik sich keduanya memang ok punya sih,(sambil menyeruput minuman). Tapi kalau kepribadian mereka  aku belum tahu,kelihatanya sich mereka anak yang baik.”
Riska: “Dari keduanya kamu milih mana Fahmi atau Reno?
Rena: “tahu ach”
Riska : “ ya sudah Fahmi untuk ku dan Reno untuk mu. Eh kayaknya Kamu cocok thu sama Reno. Nama saja mirip Reno Rena.”(sambil tersenyum)
Rena: “apaan sih? Nggak lucu dech. (tersenyum tersipu malu)
“ kamu setelah ini mau kemana? Temenin aku ke perpus yuck?”
Riska: “ aku masih ada kuliah ni, jadi belum bisa temenin kamu. Maaf ya? Semoga kamu menemukan jodohmu disana ya!
Rena : “iiih mulai dech, aku aamiin kan saja. Ya sudah dech aku pergi dulu”.

***
Keheningan slalu diraskana bila memasuki ruangan yang satu ini, Perpustakaan lebih tepatnya. Rena pun mulai mencari buku referensinya sebagai  bahan Proposalnya. Ternyata tanpa Rena sadari Reno memperhatikan dirinya saat mulai memasuki Ruang Perpus. Setelah menemukan apa yang ia cari Rena pun menempati tempat duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Reno dengan raut wajah yang serius membuka lembaran demi lembaran.
(menepuk bahu rena sembari menegur) “hey jangan tegang donk, santai sajalah!”.
Suara Reno yang lembut mengaketkan Rena Yang sedang serius
“eh kamu Reno, ngagetin aja”. Sambil tersenyum manis kearah Reno
“boleh aku duduk disebelah kamu Ren?.” Pinta Reno
“silahkan, nggak ada yang larang kok.”
“terima kasih, serius amat nyari apaan sich?, kelihatannya dari tadi belum ketemu juga jawabannya, mau aku bantuin.”
“ ya kalau kamu bisa bantu ya boleh, iya nich aku lagi nyari bahan  buat tugas proposalku Tentang Event Planning, bingung nich mau buat event apa”. Terang Rena
Reno pun memberikan masukkan- masukkan dan gambaran- gambaran tentang sebuah Event yang menarik diselingi canda gurau  keduanya dan Rena pun merasa sangat terbantu dengan masukkan yang di sampaikan Reno tersebut dan Proposalnya pun dapat ia teruskan dengan bahasa yang lebih baik lagi.
(menghela nafas) “huhck akhirnya kamu bisa menyelesaikan juga proposal mu itu, sampai di rumah jangan lupa istirahat dan lanjutkan bagian-bagian yang berlum terselesaikan ini”. Ungkap Reno
“iya, untung ada kamu, kalau tidak aku nggak tahu dech kapan proposal ini dapat ku selesaikan. Makasih yach”. Ungkap Rena
“iya sama-sama Ren, kita sesama manusiakan harus saling tolong menolong, benar nggak?” tanya Reno
“ iya sich, eh kenapa kamu nggak ambil Fakultas Ekonomi saja padahal dari penjelasan kamu tadi sepertinya kamu menguasai banget soal materi itu?’. Tanya Rena
“oww itu karena aku dan teman-teman sering mengadakan event kecil-kecilan lah ,dari situ ku belajar dengan membaca dari buku tentang event- event. Kalau soal Hukum emang dari kecil pengennya jadi pengacara”. Jawab Reno
“ Pengangguran banyak acara gitu maksudnya, hehehehe”. Sindir Rena
“bicaranya jangan gitu donk,,,”melas Reno. “Btw kamu sudah buka bingkisan dari aku belum?” tanya Reno
“ oow iya, soal itu makasih ya! Aku suka dengan pemberianmu itu, dan itu novel yang sedang aku cari lho, sekali lagi makasih ya.”(tersenyum manis)

Pembicaraan muda-mudi ini pun harus terpotong oleh teguran  petugas Perpustakaan yang akan menutup ruangan tersebut dan tanpa mereka sadari hanya tertinggal mereka berdua mahasiswa yang masih betah berlama-lama di perpustakaan.
“pulang bareng yuck Ren?” Tanya Reno.
 “maaf, aku tadi sudah diajak pulang bareng sama kak Fahmi, lain waktu saja ya.” Ungkap Rena
“baiklah, kalau gitu sampaikan pesanku ke Fahmi bilang aku menunggunya sebentar sore di rumah”.(sambil tersenyum)
Walau tak dapat pulang bereng Rena, ia  tak  berkecil hati, baginya saat berada di perpustakaan  bersama Rena dan dapat duduk bareng dan bercengkarama bersama sudah membuat harinya saat itu menjadi lebih berwarna dan berkesan. Hatinya lebih bergembira, bunga-bunga pun mulai tumbuh dalam hatinya, pintu hati yang tadinya terkunci rapat mulai perlahan terbuka.

***
  Sore harinya Fahmi berkunjung ke Rumah Reno. mereka berdua duduk di teras  sambil di temani semangkuk  cemilan kue kering buatan mama Reno. Topik pembicaraan mereka saat itu tak lain dan tak bukan tetang  si manis Rena yang menjadi pembicaraan hangat dia antara kedua  anak  adam yang rupawan ini.  
“Bro, sampai  saat ini dia belum juga memberikan no. Hp nya”. (ungkap Reno sedikit sedih)
(menepuk bahu Reno) ”tenang  saja bro, nanti juga kamu bakalan tahu kok.”jawab Fahmi menyemangati
” menurut kamu Rena itu orang yang gimana?”(menatap lagit)
 “dia cewek yang baik hati,murah senyum, pintar dan berprinsip sih.”
Percakapan kedua anak adam ini terus berlanjut hingga memasuki waktu magrib dan keduanya pun lalu melaksanakan sholat magrib bersama di Musholah dekat rumah mereka.

***
Pukul 20.00 Hp Reno Berbunyi tanda  pesan  masuk dan Reno pun bergegas  meraih Hpnya  yang Ia letakkan di atas meja belajarnya, dan membuka pesan dari  yang tak ia kenal
“ Reno ini gue bisma, di save yo nomor baru gue”
Tertanya sms itu bukan dari  orang  yang  ia tunggu, lalu berdering lagi Hpnya, tanda pesan masuk dari nomor  yang ya tak ia kenal lagi
“Malam Bro, Lagi apa? Besok jangan lupa bawa Buku Hukum Perdata Gue yang loe pinjam 2 hari yang lalu.#Brian
Dan sekali lagi Hpnya berbunyi tanda pesan masuk, dalam hatinya ia bedoa “ Ya, Tuhan Semoga ini Pesan dari orang yang hambamu harapkan. Aamin”
Tampak dari layar Hpnya  nomor yang  ia tidak ketahuai, dengan perasaan yang  tak karuan ia membuka pesan itu .

“Assalamualaikum, apa kabar? Sekali lagi terimakasih dan aku sangat senang atas itu.@Rena
Terang saja pesan itu dari orang yang sedari lama ia tunggu-tunggu kehadirannya walau hanya di layar HandPhone.

Reno pun dengan segera membalas pesan singkat itu.

“Walaikumsalam. Alhamdulillah i’m fine! Sepertinya ku telah menerima banyak kata terima kasih dari mu.
Rena pun membalas balik
“Alhamdulillah, itu karena kamu telah mencoba menerka apa yang ku mau, berusaha untuk membuat ku senang dan juga mencoba membantu ku dalam menyelesaikan Tugas yang Membuatku pusing.”

chatingan keduanya terus berlanjut,hingga Rena tak kuasa menahan rasa kantuk yang menyerangnya pukul. 22.00 dan mengakhiri dengan sebuah pesan.

“sekarang rasa kantuk telah menyerangku,aku mau beristirahat dulu,  semoga mimpi mu indah dan sampai bertemu lagi”
(Hp Reno Berbunyi)

“beristirahatlah,ku berharap semoga besok kita dapat bertemu lagi, don’t forget praying to sleep and have nice dream. Wassalam” (bls Reno)

Membaca pesan terakhir dari Reno, seketika Rena tersenyum manis menatap layar HandPhone  nya dengan perasaan senang. Membuat malam hari itu terasa beda dari malam-malam biasanya dan sempat membuat Rena bingung dengan perasaannya malam hari itu, namun ia tak terlalu memperdulikan dan berlalu untuk tidur.


Wednesday, 26 April 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #3

3.           Resto Blue

Hari dimana Riska dan Reno janjian pun tiba. Mereka pun bersiap untuk bertemu dan tak lupa Reno mengajak sahabatnya Fahmi untuk menemaninya karena takut dikroyok ke-2 cewek itu. Tibalah Rena dan Riska di tempat Pertemuan resto Blue.

“wah ni tempat keren banget, anak muda bangetlah, apalagi nuansa biru dimana-mana terkesan damai plong.” Melihat-lihat dengan wajah yang sumringah n kekagum-kagum.
“ya jelaslah,namanya juga Resto Blue pasti identik dengan warna birulah, gimana sih lu?”
“Btw kamu tahu dari mana resto ini, perasaan ini pertama kalinya kan kita ke resto ini?” tanya Rena dengan wajah penasarannya
“ ada dech, mau tahu aja apa mau tahu banget?, aja banget banget.” Jawab Riska sedikit bercanda dengan memainkan tangan dan mimik wajah yang terkesan alay.
“ nanya serius malah dibawa bercanda lagi”. Ungkap Rena dengan nada sedikit kesal

 Sembari menunggu kedatangan Orang yang dimaksud Riska, Rena pun memesan minuman kesukaannya capuccino dan bercerita tentang smsnya dengan Fahmi. Disela-sela pembicaraan mereka, Riska melihat kedatangan Reno beserta temannya dan melambaikan tangan ke arah Reno. Karena sudah kebelet, Rena Mohon izin ke Riska untuk ke toilet sebentar.

Reno : “maaf aku terlambat, Renanya mana?” sambil duduk dan meletakkan sebuah bingkisan di atas meja”
Fahmi: “sepertinya nama itu pernah ku dengar”.  Sambungnya
Riska : “ oooh dia ke toilet sebentar”
 Tiba-tiba Rena pun muncul, dan kedua pemuda itu terperanga melihat keelokan rupa manis Rena.
 “Maaf semua, kalian sudah lama menunggu ya?”. Eh Kak Fahmi”.(sedikit kaget)
 “Hai Ren, kok bisa??”. (dengan ekspresi kaget dan bertanya-tanya)
 (Reno  mengarahkan pandangannya ke Fahmi) “kalian rupanya sudah saling kenal to, jadi dia cewek yang kamu ceritakan itu.” Perkenalkan namaku Reno anak Hukum Semester  5, cowok yang waktu itu menabrak mu. Sekalian aku mau minta maaf atas insident waktu itu. Maukah kamu menerima maafku ini?”. (memohon sambil bersalaman)

Rena & Reno pun bersalaman dan beradu pandang yang cukup lama.

“insident  yang mana ya?“tanya Rena Bingung
“itu loh Ren insident tabrak lari waktu registrasi itu, dan Reno ini orangnya” tambah Riska mengingatkan.
 “oh soal itu, sebenarnya  sejak kejadian itu, aku sudah memaafkan mu. O ya nama ku Rena anak Ekonomi dan Bisnis Semester 3”.
“aku lega dengernya, kirain kamu masih menaruh dendam padaku dan makasih sudah maafin aku”
“oh ya ini bingkisan buat mu sebagai bentuk permintaan maafku”. Pinta Reno Sambil menyodorkan bingkisan
“terima kasih, tapi apa ini?” sambil mengerutkan keningnya tampak penasaran.
 “Jangan dibuka sekarang!. Setiba di rumah, kamu akan mengetahuinya”. Pinta Reno
Seketika keadaan pun hening, kata orang si kalo tiba-tiba kayak gitu, ada setan yang lewat. Nghee emang bener ya? Nggak percaya thuch
Riska memecahkan keheningan saat itu
“Rena kamu tidak memperkenalkanku dengan seniormu itu ya?”
 “ jadi kalian belum kenalan? Kak Fahmi kenalkan ini sahabatku Riska. Mendengar ceritaku ia tertarik untuk bertemu dan berkenalan dengan kakak”.
Riska dan Fahmi pun saling berkenalan.
 “ih Rena, apa-apaan sih,berlebihan dech. Kenalkan kak aku Riska Anak Teknik Sipil Semester 3”.
“aku fahmi, ternyata kamu cantik juga yach,,(mengeluarkan gombalannya)

Muka Riska pun langsung memerah seperti tomat, dan senyuman kecil melingkar di pipinya yang merah merona.
Mereka berempat pun mengobrol seru dan ketika magrib datang pulanglah mereka dengan sahabat masing-masing. Dalam perjalanan pulang ke rumah Rena, Riska penasaran banget  sama bingkisan  yang didapat Rena. Riska memaksa Rena untuk membuka segera bingkisan itu namun Rena menolak membukanya dan ingin membukanya bila sudah sampai dirumahnya nanti.

“sepertinya Reno tulus ingin meminta maaf kepadamu, dan nampaknya ia cowok yang baik.’’ Ungkap Riska
“uhmm, sepertinya begitu...” sambil menatap bingkisan yang baru didapatnya
Setibanya Rena dirumah, ia tidak sabar lagi untuk membuka bingkisan dari orang telah menabraknya itu, ia betanya-tanya dalam hati, bingkisan apakah itu? Perasaannya tak karuan. Dengan wajah yang penasaran ia pun lalu perlahan membuka binkisan itu dan betapa senangnya ia, ternyata bingkisan itu berisi novel Best  seller yang sedang ia cari. Rena sejenak berfikir “bagaimana ia tahu, kalau aku sedang mencari novel ini dan bagaimana ia tahu kalau aku suka baca novel?” Fikirannya pun langsung tertuju kepada Riska,(berkata lirih “ya, pasti Riska yang memberitahunya”.)
Ketika hendak membaca novel, secarik kertas pun jatuh. Rena pun mengambil dan mendapati pesan yang berbunyi:

“ aku tahu sikapku waktu itu salah, tapi itu karna ku terburu-buru untuk menemui seseorang. Ku harap kau mau memaafkanku. Ku sempat bingung untuk memeberi kamu hadiah apa, sebagai ungkapan maafku. Aku tak tahu kamu sukanya apa.  Yang terlintas di benak ku hanya Novel dan ini lah pemberianku untuk mu, semoga kamu menyukainya.”
Reno
085253111000”

(tersenyum kecil)”terima kasih,kamu tahu apa yang kusukai”. Lirih Rena.

* * *

Di waktu yang sama, Reno duduk termenung memegang Handphone  diteras rumahnya, sembari menunggu pesan dari di di lain tempat, Reno nampak  mondar mandir di kamarnya sambil memegang hanphone  dan bertanya dalam hati “apakah ia sudah membuka bingkisan itu? Kenapa ia belum mengirimkan pesan juga untuk ku?”.







Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #5

5.                  Dirimu mengalihkan Duniaku Minggu pagi yang Cerah ceria. Tetesan embun membasahi dedaunan, kicauan merdu burung-...