Saturday, 14 April 2012

Bell's Palsy

Sekedar berbagi pengalaman dan informasi.
Bell’s    palsy
( penyakit yang sempat  membuatku  menjadi bahan tertawaan)
Mata ku sering terasa tidak enak sehingga mebuatku untuk mencari tahu hal itu di paman google,,maka keluarlah link terkait itu dan ternyata link yang ku buka adalah artikel mengenai  penyakit kelumpuhan di salah satu bagian wajah( Bell’s Palsy) ku baca dan ku teringat kalau beberapa tahun yang lalu aku sempat menderita penyakit itu. Dan membuat ku untuk menulis tentang hal ini.

Sekitar 3 tahun yang lalu lebih tepatnya saat ku duduk di bangku SMK kelas XI,pada saat bangun tidur ku merasa aneh seperti  kaku pada salah satu bagian wajahku,,,ku nggak ambil pusing dengan keadaan ku itu ,ku beranggapan “ acghkh,, mungkin karena posisi tidurku yang miring jadi wajahku seperti itu” . keesokan harinya  ku masih merasa ada yang aneh lagi ,masih di area wajah yang sama (wajah bagian kiri) tapi ini pada mataku… kelopak mataku tak mau tertutup dengan rapat, dan  selalu berair….lagi-lagi ku tidak peduli dan menyepelekan keadaan  itu.  Keadaan seperti ini berlanjut hingga beberapa hari dan karena ku tak sanggup menahan perihnya mata ketika terkena angin (coz kelopak mata kurang berkedip dan sulit sekali untuk ditutup)dan terasa kering.  Ku memutuskan untuk memakai kaca mata untuk mengurangi rasa perih akibat angin dan sesekali menggunakan insto agar mata ku tak selalu kering. Disinilah baru ku peduli  sama keadaan ku itu. ( ckckck udah ngersa  parah baru mau bertindak,,,(jangan diikutin yee kelakuan ku ini, kalau kamu sdh merasa ada yang aneh lekaslah ke dokter ,ok!))
( Hari ke lima dari dari gejala awal yang ku alami ) Pada saat jam istirahat sekolah  ku dan teman2 nongkorong di depan kelas sambil bercerita hal-hal lucu,dan tertawa puaslah kami semua.  Tanpa ku sadari ada salah satu temanku memperhatikan wajahku , terjadilah percakapan  :
temanku : Nony… beta perhatikan lu punya wajah ada yang eneh dech…
aku : aneh,,,! Aneh bagaimana ?
temanku : iya aneh,,, pada saat lu ketawa tadi, lu pung ekspresi  sonde seimbang, wajah yang bagian kiri sonde ada ekspresi sama sekali dan terlihat kaku dan lu punk  bibir bagian kiri tampak turun. Sedangkan wajah bagian kanan ada ekspresi Kenapa begitu,,,u tampak lucu sekali eee klo dilihat seperti itu. Wkwkwkw( ketawa puas)
temanku yang satunya lagi : nony co lu belek sini, ko be liat u pung muka.
Aku : (aku pun membalik badanku)
temanku yang satunya lagi : wkwkwk( ketawa puas) coba lu senyum ( aku pun menuruti pinta temanku itu) ; ho nony  lu pung wajah aneh yang bagian kanan ada ekspresi tapi kok bagian kiri tampak kaku  dan sonde ada ekspresi sama sekali nie,,, apa lay tadi lu datang su pake kaca mata sa ni,, bikin katong pangling  sampe sonde kenal lu.  what happen with u’re face? Hahaha
aku : ehhh besong ni,,, besong kayaknya senang sekali  liat beta begini,,,,ketawa sampe- sampe itu lalat dong mau masok pi besong pung mulut thu…(sedikit marah,,hanya sedikit lho)
temanku : ko abis lu punk muka lucu na… jadi kotong sonde bisa lay tahan katong pung ketawa. Ceritakan apa yang yang terjadi sapa tau katong bisa bantu lu…
Aku : hoo beta ju merasa aneh dengan be pung  wajah bagian kiri ni kayak kaku kermana ko, sonde enak sa , baru be punya kelopak mata bagian  kiri ju susah untuk di kedipkan, baru tutup ju sonde bisa rapat kaya yang disebelah kanan, alis susah sekali di angkat ni,mata ju rasa kering baru kalo kena angin mata perih makanya beta pake kaca mata ni,,, ma beta baru tau dari besong  klo be sonde ada ekpresi ju ,,, ada yang bawa cermin ko? B mau  pastikan do yang besong omong  tadi.
( salah satu temanku  meminjamkan cerminnya untuk ku) sambil berkata : ko u selama ini bercermin kermana sampe sonde bisa tau klo kayak begitu thu?
Aku : beta bukan kayak lu ko setip menit maen liat cermin terus, beta kalo bercermin thu kalau mau jalan keluar  sa, itu ju hanya sekedar untuk kasi rapih  rambut dan pake bedak ,sonde sampe berjam-jam kayak lu…   ( bercermin sambil berekspresi senyum dan menggerak-gerakkan wajah) eh hoo betul e.. be punk wajah yang bagian kiri ni sonde ada ekspresi sama sekali ni susah untuk di gerakkan e,,,
Temanku: coba  lu pi periksa di dokter dolo,,,sapa tau setelah  pi di dokter, lu pung wajah bisa kembali seperti semula.
Aku : hoo, nanti beta coba ajak beta pung ayah ko antar beta pi di dokter. Makasih ee,,besong su kasih saran dan peduli dengan beta.
( bel pun berbunyi  tanda waktu istirahat telah usai dan kami pun mengakhiri pembicaraan kami dan masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.) tapi tetap dech  sampai di kelas juga teman-temanku masih tertawa dan merasa lucu dengan wajahku yang seperti itu.
Aku : woooi besong beta rasa itu ketawa berenti su aa.. ibu sum au masuk mengajar,,,besong kalo masih ketawa lay hubungan kita putuuuuus sampai di sini.( suara sedikit meninggi)
Temanku:  oeee nony marah oooo,,,kalo  lu marah begitu tambah cantik sa ee,, ok katong sonde ketawa lay( menahan tawa) ma katong masih ba kawan tho?
Aku : icggh jangan  puji2…doo, ho katong masih ba kawan lay asalkan basong mulai dari sekarang jangan ketawain beta coz be pung wajah yang begini.
Temanku: ok lah kalo begitu…
( pelajaran pun dimulai hingga berakhirnya jam sekolah pukul 13.00 wita)
Setibanya aku di rumah, ku menceritakan apa yang ku alami di sekolah dan pada wajahku kepada kakak dan ibuku. Mereka bertanya sudah berapa lama ku alami gejala ini dan menyuruhku untuk melakukan beberapa ekspresi  pada wajahku, mereka pun ikut menertawai aku,,,mereka merasa lucu setelah melihat wajahku yang hanya sebagian saja yang berekspresi( dapat di gerakkan).
Kakaku: kermana ko lu pung kawan sonde ketawa lu, ko lu pung muka sa begitu lucu, kaku sebelah.hahaha
Ibuku :  sudah, sebentar malam ajak ayah pi dokter pratek.
( ketika malam tiba, ba’da magrib aku dan ayahku pergi ke dokter pratek spesialis mata)
Setibanya disana ku lalu mendaftarkan diri dan menunggu hingga mendapat giliran untuk masuk berkonsultasi. Assisten dokter memanggil namaku  dan masuklah Aku dan Ayahku ke ruang dokter. Dokter menyambut kami dengan ramah dan bertanya kepada ku,gejala apa saja yang ku alami dan ku beritahu  apa yang ku rasakan saat itu. Dokter lalu menyuruhku untuk melakukan pemeriksaan mata setelah selesai melakukan pemeriksaan mata, dokter memberitahukan kepada Ayahku bahwa aku menderita Bell’s Palsy (Facial Palsy). ( dalam hati ku bertanya Bell’s palsy? Penyakit apa itu? ) dokter lalu melanjutkan penjelasannya Bell’s Palsy (Facial Palsy)  yaitu kelainan atau  gangguan pada syaraf wajah ke- 7  yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan secara tiba-tiba pada salah satu bagian wajah seperti tertarik/mencong dan penderitanya akan sulit untuk mengangkat alis, kelopak mata tidak dapat ditutup rapat dan ekspresi wajah terlihat aneh saat tersenyum. Dokter lalu menuliskan resep obat untuk di minum dan menyuruhku untuk melalukan terapi ringan dengan mengunyah permen karet di bagian kiri untuk memfungsikan kembali dan meningkatkan kemampuan kontraksi otot wajah yang lemah. Setelah selesai kami lalu berpamitan.
Sepanjang jalan pulang ke rumah ayahku terus mengingatkan ku untuk mengikuti saran dokter mengunyah “permen karet” ku hanya menjawab : iya, iya,,( dalam hatiku berkata: “ permen karet”  sonde salah ni ko? Musnah satu, tumbuh satu.) Karena aku juga punya masalah pada gigi ku itu, jadi aku tidak mengikuti saran dokter untuk mengunyah permen karet akan tetapi aku tetap melakukan gerakan geraham layaknya lagi mengunyah permen karet. Gerakan geraham ini terus ku lakukan hinggaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………….. 
esok harinya,,Saat di sekolah
Temanku : kermana nony su pi di dokter ko? Dokter bilang apa?( penasaran)
Aku : dokter bilang beta menderita bells’…bell’s apa ko beta su lupa dy punya nama,ma yang pastinya itu adalah kelainan syaraf wajah ke- 7 yang membuat be punya wajah kiri ni lumpuh. Jadi dokter suruh beta ko kunyah permen karet, ma be on bisa kunya permen karet Karena be punya gigi geraham bagian kiri ju ada lubang aa…kalo beta ikut saran dokter yang ada nanti beta sakit gigi lay. Jadi beta hanya melakukan gerakan geraham layaknya lagi mengunyah permen karet.
Temanku : ooo, begitu tho !!! semoga lu cepat sembuh ko katong sonde ketawain lu lay. Hehehe
Aku : hmmmm.aamiin…. Beta pasti sembuhlah

2 minggu lebih setelah pemeriksaan di dokter spesialis mata dan meminum obat, melakukan gerakan mengunyah.  Alhamdulillah aku pun sembuh dan ekspresi di wajahku tidak aneh lagi dan tidak ada yang menertawai wajahku lagi. Dan aku tidak perlu memakai kaca mata lagi kalau mau keluar pergi jalan2 atau pun ke sekolah. Jadi terhitung 3 minggu lebih ( hampir 1  bulan)  ku menderita Bell’s Palsy. Yang sempat membuat ku di tertawain dan membuat ku minder juga sich…
Saat di sekolah….
Temanku : ( melihat ekspresi senyum pada wajahku yang sudah kembali seperti semula).
Su sembuh ooo,,, traktir paling tidak beli kasih katong salome ko !!! untuk merayakan kesembuhan lu dari yang NO. 7 itu
Aku :  iya dong,,,traktir??? Nghee (hanya tersenyum) beta lagi kere jadi kalo besong mau makan salome na beli n bayar sendiri-sendiri su.
Temanku : wiiiiiscs nony eeee…..

-          Selesai  -

Bagi yang males membaca pengalamanku tentang penyakit ini, namun ingin mengetahui tentang apa sich Bell’s Palsy itu? Akan ku beritahu…

Informasi singkat tentang Bell’s  Palsy

Bell’s Palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau elumpuhan secara tiba-tiba pada satu samping otot wajah. kelainan di mana syaraf wajah ke-7 atau Cranial erve, yaitu syaraf yang mengontrol pergerakan wajah. Posisinya berada sekitar 1 jari di depan telinga kanan tidak berfungsi dengan baik/paralize. Akibatnya salah satu bagian wajah seperti tertarik/mencong.  Kelumpuhan saraf  fasialis menimbulkan kelainan bentuk wajah yang menyebabkan penderita sangat terganggu terutama pada waktu mengekspresikan emosinya. Keadaan ini selain menimbulkan keadaan rendah diri, juga mengganggu secara kosmetik. Bisa terjadi pada wanita maupun pria.

Gejala – gejala :
1.  Mulut yang mencong ke salah satu sisi wajah,
2.  Kelopak mata tidak dapat ditutup rapat,
3.  Kesulitan mengangkat alis,
4.  Kesulitan berkumur karena tumpah pada salah satu sisi dan
5.  Ekspresi wajah yang terlihat  aneh saat tersenyum.
Penyebab :
1.   sering mandi di malam hari
2.   wajah sering terpapar kipas angin/ AC
Penyembuhan :
Bila kalian mengalami  gejala2 seperti yang tertera di atas, coba lakukukan gerakan mengunyah di salah satu bagian wajah yang mengalami kelumpuhan itu.( bila perlu kunyahlah permen karet ( sesuai saran dari dokter)) dan berkonsultasilah pada dokter # berdasarkan pengalaman
Ku berikan contoh gambar penderita Bell’s palsy
salah satu bagian wajah( kanan ) yang bisa di gerakkan, dan satu bagian  lagi ( kiri ) kaku, tampak turun  Kalau tersenyum tampak aneh











2 comments:

  1. terjumpa info ni, juga pasal bell's palsy… sharing is caring :) - Bell's Palsy - Lumpuh Saraf/Otot Muka

    ReplyDelete
  2. semoga tulisan ini dpt bermanfaat buat mu :)

    ReplyDelete

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #4

                                            4.                   Perpustakaan yang Berkesan Kamis pagi nan cerah, saat ke kampus ...