Wednesday, 26 April 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #3

3.           Resto Blue

Hari dimana Riska dan Reno janjian pun tiba. Mereka pun bersiap untuk bertemu dan tak lupa Reno mengajak sahabatnya Fahmi untuk menemaninya karena takut dikroyok ke-2 cewek itu. Tibalah Rena dan Riska di tempat Pertemuan resto Blue.

“wah ni tempat keren banget, anak muda bangetlah, apalagi nuansa biru dimana-mana terkesan damai plong.” Melihat-lihat dengan wajah yang sumringah n kekagum-kagum.
“ya jelaslah,namanya juga Resto Blue pasti identik dengan warna birulah, gimana sih lu?”
“Btw kamu tahu dari mana resto ini, perasaan ini pertama kalinya kan kita ke resto ini?” tanya Rena dengan wajah penasarannya
“ ada dech, mau tahu aja apa mau tahu banget?, aja banget banget.” Jawab Riska sedikit bercanda dengan memainkan tangan dan mimik wajah yang terkesan alay.
“ nanya serius malah dibawa bercanda lagi”. Ungkap Rena dengan nada sedikit kesal

 Sembari menunggu kedatangan Orang yang dimaksud Riska, Rena pun memesan minuman kesukaannya capuccino dan bercerita tentang smsnya dengan Fahmi. Disela-sela pembicaraan mereka, Riska melihat kedatangan Reno beserta temannya dan melambaikan tangan ke arah Reno. Karena sudah kebelet, Rena Mohon izin ke Riska untuk ke toilet sebentar.

Reno : “maaf aku terlambat, Renanya mana?” sambil duduk dan meletakkan sebuah bingkisan di atas meja”
Fahmi: “sepertinya nama itu pernah ku dengar”.  Sambungnya
Riska : “ oooh dia ke toilet sebentar”
 Tiba-tiba Rena pun muncul, dan kedua pemuda itu terperanga melihat keelokan rupa manis Rena.
 “Maaf semua, kalian sudah lama menunggu ya?”. Eh Kak Fahmi”.(sedikit kaget)
 “Hai Ren, kok bisa??”. (dengan ekspresi kaget dan bertanya-tanya)
 (Reno  mengarahkan pandangannya ke Fahmi) “kalian rupanya sudah saling kenal to, jadi dia cewek yang kamu ceritakan itu.” Perkenalkan namaku Reno anak Hukum Semester  5, cowok yang waktu itu menabrak mu. Sekalian aku mau minta maaf atas insident waktu itu. Maukah kamu menerima maafku ini?”. (memohon sambil bersalaman)

Rena & Reno pun bersalaman dan beradu pandang yang cukup lama.

“insident  yang mana ya?“tanya Rena Bingung
“itu loh Ren insident tabrak lari waktu registrasi itu, dan Reno ini orangnya” tambah Riska mengingatkan.
 “oh soal itu, sebenarnya  sejak kejadian itu, aku sudah memaafkan mu. O ya nama ku Rena anak Ekonomi dan Bisnis Semester 3”.
“aku lega dengernya, kirain kamu masih menaruh dendam padaku dan makasih sudah maafin aku”
“oh ya ini bingkisan buat mu sebagai bentuk permintaan maafku”. Pinta Reno Sambil menyodorkan bingkisan
“terima kasih, tapi apa ini?” sambil mengerutkan keningnya tampak penasaran.
 “Jangan dibuka sekarang!. Setiba di rumah, kamu akan mengetahuinya”. Pinta Reno
Seketika keadaan pun hening, kata orang si kalo tiba-tiba kayak gitu, ada setan yang lewat. Nghee emang bener ya? Nggak percaya thuch
Riska memecahkan keheningan saat itu
“Rena kamu tidak memperkenalkanku dengan seniormu itu ya?”
 “ jadi kalian belum kenalan? Kak Fahmi kenalkan ini sahabatku Riska. Mendengar ceritaku ia tertarik untuk bertemu dan berkenalan dengan kakak”.
Riska dan Fahmi pun saling berkenalan.
 “ih Rena, apa-apaan sih,berlebihan dech. Kenalkan kak aku Riska Anak Teknik Sipil Semester 3”.
“aku fahmi, ternyata kamu cantik juga yach,,(mengeluarkan gombalannya)

Muka Riska pun langsung memerah seperti tomat, dan senyuman kecil melingkar di pipinya yang merah merona.
Mereka berempat pun mengobrol seru dan ketika magrib datang pulanglah mereka dengan sahabat masing-masing. Dalam perjalanan pulang ke rumah Rena, Riska penasaran banget  sama bingkisan  yang didapat Rena. Riska memaksa Rena untuk membuka segera bingkisan itu namun Rena menolak membukanya dan ingin membukanya bila sudah sampai dirumahnya nanti.

“sepertinya Reno tulus ingin meminta maaf kepadamu, dan nampaknya ia cowok yang baik.’’ Ungkap Riska
“uhmm, sepertinya begitu...” sambil menatap bingkisan yang baru didapatnya
Setibanya Rena dirumah, ia tidak sabar lagi untuk membuka bingkisan dari orang telah menabraknya itu, ia betanya-tanya dalam hati, bingkisan apakah itu? Perasaannya tak karuan. Dengan wajah yang penasaran ia pun lalu perlahan membuka binkisan itu dan betapa senangnya ia, ternyata bingkisan itu berisi novel Best  seller yang sedang ia cari. Rena sejenak berfikir “bagaimana ia tahu, kalau aku sedang mencari novel ini dan bagaimana ia tahu kalau aku suka baca novel?” Fikirannya pun langsung tertuju kepada Riska,(berkata lirih “ya, pasti Riska yang memberitahunya”.)
Ketika hendak membaca novel, secarik kertas pun jatuh. Rena pun mengambil dan mendapati pesan yang berbunyi:

“ aku tahu sikapku waktu itu salah, tapi itu karna ku terburu-buru untuk menemui seseorang. Ku harap kau mau memaafkanku. Ku sempat bingung untuk memeberi kamu hadiah apa, sebagai ungkapan maafku. Aku tak tahu kamu sukanya apa.  Yang terlintas di benak ku hanya Novel dan ini lah pemberianku untuk mu, semoga kamu menyukainya.”
Reno
085253111000”

(tersenyum kecil)”terima kasih,kamu tahu apa yang kusukai”. Lirih Rena.

* * *

Di waktu yang sama, Reno duduk termenung memegang Handphone  diteras rumahnya, sembari menunggu pesan dari di di lain tempat, Reno nampak  mondar mandir di kamarnya sambil memegang hanphone  dan bertanya dalam hati “apakah ia sudah membuka bingkisan itu? Kenapa ia belum mengirimkan pesan juga untuk ku?”.







No comments:

Post a Comment

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #4

                                            4.                   Perpustakaan yang Berkesan Kamis pagi nan cerah, saat ke kampus ...