Friday, 28 April 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #4

                                            4.                 Perpustakaan yang Berkesan


Kamis pagi nan cerah, saat ke kampus Fahmi bertemu dengan Reno dan mengajak Reno untuk pergi bersama
 “bro, bingkisan apa yang kamu berikan ke Rena?”.
 “Kepo,  lu. Persegi panjang dan banyak kata-kata yang menyentuh, tebak aja?”
 “ooh aku tahu,pasti buku bacaan. Iya kan?”
 “hmmm,, eh bro tolong jaga Rena ya, jangan biarkan dia digangguin orang-orang yang tidak bermoral’’.
 “ ce ile,,bahasa lu. Ya wajarla kalau kamu berkata seperti itu secara kamu suka kan sama Rena? Tenang aja akan aku jagain kok”
 “kalau sekerang aku belum tahu, mungkin kedepannya aku bisa saja menyukainya. Kun Faya kun, jika Allah berkendak maka terjadilah.”
”ah terserahlah, kita sudah sampai . Aku langsung masuk ke kelas ya! jadwal kuliah jam pertama bereng dosen killer ni. Pulang  mau bareng nggak?
 “ ya sudah, buruan lo ke sana, nanti aku sms kabarin lu”.
Di hari yang sama Riska mengajak Rena  ke kantin untuk bertemu selepas perkuliahan. Kedua sahabat ini pun bercerita hal-hal yang menarik salah satunya tentang pertemuan mereka dengan kedua cowok yang ganteng dan manis,  yaitu Fahmi dan Reno.
Riska : “ eh Ren, aku lihat dari kaca mata ku, ternyata kak Fahmi bener-bener ganteng And cucok dech, pantesan aja dia terkenal banget di fakultas mu. Seandainya aku jadi pacarnya alangkah bahagianya diriku, pasti yang lain pada ngiri dech sama aku”(sambil membayangkan)’’, tapi kak Reno juga ok kok, rupanya yang manis dan karismatik trus matanya itu loh Ren, buat cewek-cewek klepek-klepek dech. Menurut kamu bagaiman?” tanya Riska
Rena : “emang kamu pake kaca mata apa?hehehe
Kalau dari fisik sich keduanya memang ok punya sih,(sambil menyeruput minuman). Tapi kalau kepribadian mereka  aku belum tahu,kelihatanya sich mereka anak yang baik.”
Riska: “Dari keduanya kamu milih mana Fahmi atau Reno?
Rena: “tahu ach”
Riska : “ ya sudah Fahmi untuk ku dan Reno untuk mu. Eh kayaknya Kamu cocok thu sama Reno. Nama saja mirip Reno Rena.”(sambil tersenyum)
Rena: “apaan sih? Nggak lucu dech. (tersenyum tersipu malu)
“ kamu setelah ini mau kemana? Temenin aku ke perpus yuck?”
Riska: “ aku masih ada kuliah ni, jadi belum bisa temenin kamu. Maaf ya? Semoga kamu menemukan jodohmu disana ya!
Rena : “iiih mulai dech, aku aamiin kan saja. Ya sudah dech aku pergi dulu”.

***
Keheningan slalu diraskana bila memasuki ruangan yang satu ini, Perpustakaan lebih tepatnya. Rena pun mulai mencari buku referensinya sebagai  bahan Proposalnya. Ternyata tanpa Rena sadari Reno memperhatikan dirinya saat mulai memasuki Ruang Perpus. Setelah menemukan apa yang ia cari Rena pun menempati tempat duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Reno dengan raut wajah yang serius membuka lembaran demi lembaran.
(menepuk bahu rena sembari menegur) “hey jangan tegang donk, santai sajalah!”.
Suara Reno yang lembut mengaketkan Rena Yang sedang serius
“eh kamu Reno, ngagetin aja”. Sambil tersenyum manis kearah Reno
“boleh aku duduk disebelah kamu Ren?.” Pinta Reno
“silahkan, nggak ada yang larang kok.”
“terima kasih, serius amat nyari apaan sich?, kelihatannya dari tadi belum ketemu juga jawabannya, mau aku bantuin.”
“ ya kalau kamu bisa bantu ya boleh, iya nich aku lagi nyari bahan  buat tugas proposalku Tentang Event Planning, bingung nich mau buat event apa”. Terang Rena
Reno pun memberikan masukkan- masukkan dan gambaran- gambaran tentang sebuah Event yang menarik diselingi canda gurau  keduanya dan Rena pun merasa sangat terbantu dengan masukkan yang di sampaikan Reno tersebut dan Proposalnya pun dapat ia teruskan dengan bahasa yang lebih baik lagi.
(menghela nafas) “huhck akhirnya kamu bisa menyelesaikan juga proposal mu itu, sampai di rumah jangan lupa istirahat dan lanjutkan bagian-bagian yang berlum terselesaikan ini”. Ungkap Reno
“iya, untung ada kamu, kalau tidak aku nggak tahu dech kapan proposal ini dapat ku selesaikan. Makasih yach”. Ungkap Rena
“iya sama-sama Ren, kita sesama manusiakan harus saling tolong menolong, benar nggak?” tanya Reno
“ iya sich, eh kenapa kamu nggak ambil Fakultas Ekonomi saja padahal dari penjelasan kamu tadi sepertinya kamu menguasai banget soal materi itu?’. Tanya Rena
“oww itu karena aku dan teman-teman sering mengadakan event kecil-kecilan lah ,dari situ ku belajar dengan membaca dari buku tentang event- event. Kalau soal Hukum emang dari kecil pengennya jadi pengacara”. Jawab Reno
“ Pengangguran banyak acara gitu maksudnya, hehehehe”. Sindir Rena
“bicaranya jangan gitu donk,,,”melas Reno. “Btw kamu sudah buka bingkisan dari aku belum?” tanya Reno
“ oow iya, soal itu makasih ya! Aku suka dengan pemberianmu itu, dan itu novel yang sedang aku cari lho, sekali lagi makasih ya.”(tersenyum manis)

Pembicaraan muda-mudi ini pun harus terpotong oleh teguran  petugas Perpustakaan yang akan menutup ruangan tersebut dan tanpa mereka sadari hanya tertinggal mereka berdua mahasiswa yang masih betah berlama-lama di perpustakaan.
“pulang bareng yuck Ren?” Tanya Reno.
 “maaf, aku tadi sudah diajak pulang bareng sama kak Fahmi, lain waktu saja ya.” Ungkap Rena
“baiklah, kalau gitu sampaikan pesanku ke Fahmi bilang aku menunggunya sebentar sore di rumah”.(sambil tersenyum)
Walau tak dapat pulang bereng Rena, ia  tak  berkecil hati, baginya saat berada di perpustakaan  bersama Rena dan dapat duduk bareng dan bercengkarama bersama sudah membuat harinya saat itu menjadi lebih berwarna dan berkesan. Hatinya lebih bergembira, bunga-bunga pun mulai tumbuh dalam hatinya, pintu hati yang tadinya terkunci rapat mulai perlahan terbuka.

***
  Sore harinya Fahmi berkunjung ke Rumah Reno. mereka berdua duduk di teras  sambil di temani semangkuk  cemilan kue kering buatan mama Reno. Topik pembicaraan mereka saat itu tak lain dan tak bukan tetang  si manis Rena yang menjadi pembicaraan hangat dia antara kedua  anak  adam yang rupawan ini.  
“Bro, sampai  saat ini dia belum juga memberikan no. Hp nya”. (ungkap Reno sedikit sedih)
(menepuk bahu Reno) ”tenang  saja bro, nanti juga kamu bakalan tahu kok.”jawab Fahmi menyemangati
” menurut kamu Rena itu orang yang gimana?”(menatap lagit)
 “dia cewek yang baik hati,murah senyum, pintar dan berprinsip sih.”
Percakapan kedua anak adam ini terus berlanjut hingga memasuki waktu magrib dan keduanya pun lalu melaksanakan sholat magrib bersama di Musholah dekat rumah mereka.

***
Pukul 20.00 Hp Reno Berbunyi tanda  pesan  masuk dan Reno pun bergegas  meraih Hpnya  yang Ia letakkan di atas meja belajarnya, dan membuka pesan dari  yang tak ia kenal
“ Reno ini gue bisma, di save yo nomor baru gue”
Tertanya sms itu bukan dari  orang  yang  ia tunggu, lalu berdering lagi Hpnya, tanda pesan masuk dari nomor  yang ya tak ia kenal lagi
“Malam Bro, Lagi apa? Besok jangan lupa bawa Buku Hukum Perdata Gue yang loe pinjam 2 hari yang lalu.#Brian
Dan sekali lagi Hpnya berbunyi tanda pesan masuk, dalam hatinya ia bedoa “ Ya, Tuhan Semoga ini Pesan dari orang yang hambamu harapkan. Aamin”
Tampak dari layar Hpnya  nomor yang  ia tidak ketahuai, dengan perasaan yang  tak karuan ia membuka pesan itu .

“Assalamualaikum, apa kabar? Sekali lagi terimakasih dan aku sangat senang atas itu.@Rena
Terang saja pesan itu dari orang yang sedari lama ia tunggu-tunggu kehadirannya walau hanya di layar HandPhone.

Reno pun dengan segera membalas pesan singkat itu.

“Walaikumsalam. Alhamdulillah i’m fine! Sepertinya ku telah menerima banyak kata terima kasih dari mu.
Rena pun membalas balik
“Alhamdulillah, itu karena kamu telah mencoba menerka apa yang ku mau, berusaha untuk membuat ku senang dan juga mencoba membantu ku dalam menyelesaikan Tugas yang Membuatku pusing.”

chatingan keduanya terus berlanjut,hingga Rena tak kuasa menahan rasa kantuk yang menyerangnya pukul. 22.00 dan mengakhiri dengan sebuah pesan.

“sekarang rasa kantuk telah menyerangku,aku mau beristirahat dulu,  semoga mimpi mu indah dan sampai bertemu lagi”
(Hp Reno Berbunyi)

“beristirahatlah,ku berharap semoga besok kita dapat bertemu lagi, don’t forget praying to sleep and have nice dream. Wassalam” (bls Reno)

Membaca pesan terakhir dari Reno, seketika Rena tersenyum manis menatap layar HandPhone  nya dengan perasaan senang. Membuat malam hari itu terasa beda dari malam-malam biasanya dan sempat membuat Rena bingung dengan perasaannya malam hari itu, namun ia tak terlalu memperdulikan dan berlalu untuk tidur.


No comments:

Post a Comment

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #5

5.                  Dirimu mengalihkan Duniaku Minggu pagi yang Cerah ceria. Tetesan embun membasahi dedaunan, kicauan merdu burung-...